Sunday, 31 January 2016

CERPEN TASYA - AKU SERAHKAN AKHIR KISAHKU KEPADA WAKTU PART 1


 Aku Serahkan Akhir Kisahku Kepada Waktu
Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat, sesuatu yang tidak bisa bicara dan tidak bisa berhenti. Waktu adalah hal yang tidak dapat ditebak dan tidak dapat dipermainkan. Waktu akan terasa berjalan lama, ketika aku menjalani hari dengan hati yang berat dan hari yang tidak menyenangkan seperti ketika aku gagal. Namun, waktu akan terasa singkat, ketika hariku dipenuhi warna dan keceriaan.

Mentari menghilang diufuk barat, menandakan hari akan memasuki waktu malamnya. Bulan akan datang dengan sinarnya yang indah dan seribu bintang akan datang menemani malamku, malamku yang sunyi.
Aku merenung menatap langit-langit kamarku. Waktu terasa berjalan lama, mengingat kapan mata ini akan menghantarku kedunia mimpi. Malam ini, waktu tidak memperbolehkan aku untuk terlelap. Ia berusaha membuka mataku dengan dentingan jam dan alunan suara jangkrik yang bermain ditelingaku.
Seseorang, ada seseorang yang menyuruh waktu untuk melarangku pergi ke dunia mimpi, seseorang dengan enaknya memasuki hatiku tanpa adanya izin dariku. Ia masuk dan mengendalikan pikiranku. Membuat waktuku sia-sia untuk memikirkan sosok dirinya, yang aku pun tak tahu, ia juga sedang memikirkanku atau tidak.
“Hai Fei” Sapa Leni, sahabat baikku. Ia adalah seseorang yang hangat, yang selalu bersamaku ketika aku senang maupun sedih. Ia adalah teman terbaik yang pernah aku miliki. Lalu, aku duduk ditempat dimana biasanya aku menuntut ilmu.tempatku berada tepat didepan guru. Tempat yang sama seperti penjara. Dimana kesempatan untuk menyontek ketika ulangan dan ujian adalah nol persen.
Hatiku berdebar, ketika sosok orang yang mengambil alih pikiranku, orang yang kusukai, Zayn, muncul dari balik pintu. Ia terlihat sangat biasa, tidak menarik dan tidak memiliki pesona. Aku sendiri pun bingung, kenapa ia bisa membuatku jatuh hati padanya, kenapa ia selalu membuat jantungku berdebar.
Sesekali, aku mencuri pandang padanya, sekedar untuk mengobati rasa rindu. ‘Kenapa waktu terasa singkat?’ Desahku ketika guru memasuki kelasku dan reflek membuatku menjadi berkonsentrasi pada pelajaran yang akan ia ajarkan. Karena, tujuan utamaku bersekolah adalah untuk menuntut ilmu. Walaupun, fakta bahwa aku ingin menemui Zayn, tidak dapat dipungkiri.
“Dasar Cewek Galak!” Ledek Zayn padaku. Aku memarahinya karena ia tidak serius dalam pekerjaan kelompok. Ia selalu membuatku kesal dengan ledekan-ledekan yang ia buat, dan tidak jarang kami berdebat tentang sesuatu yang sama sekali tidak penting sehingga teman yang ada disekitar kami menjadi terganggu. Namun dengan cara inilah, aku bisa menjadi teman akrab dan teman dekat Zayn.
Hari ini, Tak sengaja aku mendengar Zayn decouple-kan dengan Lulu,. Tentu saja aku merasa jelous, apalagi kepribadian Lulu sangat berbeda denganku. Aku adalah perempuan yang tomboy dan galak. Sedangkan Lulu adalah perempuan feminim, lemah lembut dan terkenal cantik. ‘Kok aku jadi nggak semangat ya?’ Gumamku.
Baru aku sadari, bahwa Zayn sudah menjadi separuh semangatku. Semangatku menurun, senyum pun sulit kuukir diwajahku, dan sekolah, tidak terasa menyenangkan lagi bagiku. 

GIMANA GUYS? PASTI NGGAK ASIK YA? MAAF YA, TAPI, INI BARU PART 1 NYA GUYS,,,, SEBENARNYA, DISINI ADA KISAH REALNYA, KISAH REAL DARI KEHIDUPAN GUE YANG MUNGKIN MEMBOSANKAN.. TAPI, HAPPY READING!!! SEMOGA KALIAN SUKA

0 comments:

Post a Comment